UMKM Belitung Didorong Naik Kelas Melalui Pelatihan Manajemen Keuangan Sederhana
Belitung, 8 November 2025 — Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Belitung mendapatkan pendampingan khusus melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Manajemen Keuangan Sederhana untuk UMKM Berdaya Saing”. Program ini diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola pembukuan dan arus kas secara lebih tertib dan profesional.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Plut KUKM Belitung ini diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga perdagangan. Pelatihan difokuskan pada kemampuan praktis yang mudah diaplikasikan, seperti pencatatan keuangan harian, penyusunan laporan sederhana, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta strategi pengelolaan modal.
PKM Nasional ke XV ADAI ini dibuka oleh Bupati Belitung Bapak H. Joni Alamsyah Hidayat dengan menyampaikan pesan kepada peserta UMKM untuk benar-benar serius dalam membangun UMKM di Kabupaten Belitung. Disamping itu, Dr. Arfan Ikhsan selaku ketua DPP ADAI menyampaikan kesadaran pengelolaan keuangan masih menjadi tantangan utama UMKM di Belitung. “Banyak UMKM memiliki produk bagus, tetapi tidak tumbuh karena pencatatan keuangan belum rapi. Dengan pelatihan ini, kami ingin membantu mereka membuat sistem yang sederhana, mudah dijalankan, namun sangat berdampak pada perkembangan usaha,” ujarnya.
DPP ADAI menghadirkan para pembicara dari dosen-dosen yang tergabung di ADAI diantaranya: Dr. Eko Cahyo Mayndarto, Dr. Ruly Susi Wardhani, Dr. Desak Nyoman Sri Werastuti, Dr. Syermi Mintalangi dan Dr. Yuhanis Ladewi.
Selama pelatihan, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan aplikasi keuangan gratis serta teknik membuat harga pokok produksi (HPP) yang benar. Materi diberikan secara interaktif melalui simulasi, praktik langsung, dan diskusi kasus yang diambil dari contoh usaha lokal.
Salah satu peserta mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. “Selama ini saya mencatat pemasukan dan pengeluaran hanya di buku kecil. Setelah pelatihan, saya jadi paham bagaimana menyusun laporan sederhana dan menghitung keuntungan dengan lebih akurat. Ini sangat membantu usaha saya,” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Belitung, yang turut membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada tim pelaksana. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan manajemen keuangan sangat penting untuk memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. “Dengan manajemen keuangan yang baik, UMKM bisa lebih mudah mendapatkan akses permodalan, mengembangkan usaha, dan bertahan dalam situasi ekonomi yang dinamis,” katanya.
Program PKM ini ditutup dengan sesi konsultasi usaha, di mana peserta dapat berdiskusi langsung mengenai masalah keuangan yang mereka hadapi sehari-hari. Tim dosen berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya besar memperkuat ekosistem UMKM di Belitung.
Melalui pelatihan manajemen keuangan sederhana ini, UMKM di Kabupaten Belitung diharapkan semakin siap menghadapi tantangan ke depan dan mampu meningkatkan daya saing, baik di pasar lokal maupun regional. (ADAI 08/11/25)























































